Just another WordPress.com site

PALU, MERCUSUAR- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Donggala, menyatakan, tak gentar dan sudah siap menghadapi gugatan Pemilukada Sigi yang diajukan peserta pemilukada tersebut.
“Kami siap menghadapi gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Kami sementara persiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi gugatan itu,” kata anggota KPU Donggala Mahfud Masuara, di Palu, Jumat (1/10).
Gugatan Pemilukada Sigi ditujukan kepada Kpu Donggala, karena hajatan demokrasi pada 16 September tersebut, masih dilaksanakan oleh KPU Donggala (kabupaten induk), sementara KPU Sigi saat itu belum terbentuk.
Hasil Pemilukada Sigi tersebut digugat oleh kandidat yang kalah, yakni pasangan nomor urut 1 Rizali Djaelangkara-Ayub Willem Darawia dan pasangan nomor urut 6 Ridwan Yalidjama-Edison Kindangen sebagai pemohon.
Menurut Mahfud, meskipun materi gugatan dari MK belum diterima, tetapi anggota KPU bersama sekretariat sudah harus menyiapkan barang bukti berupa surat suara yang sah, tidak sah, maupun surat suara yang tidak terpakai.
“Surat surat itu kemungkinan sebagian belum disatukan dalam satu kotak suara, sehingga perlu dibereskan dulu. Ini kami siapkan sebagai barang bukti nantinya,” katanya.
Menurut dia, segala persiapan tersebut akan rampung Senin pekan depan, sebab Ketua KPU Donggala dan satu anggota lainnya masih ada di Jakarta. Sehingga, kalau dilaksanakan dengan tiga anggota KPU, dianggap belum quorum.
Dia mengatakan, KPU Donggala sudah menerima surat panggilan dari MK sejak Senin (27/9). Sidang perdananya rencananya akan digelar Jumat (8/10).
Sebelumnya, Ridwan Yalidjama mengatakan, dirinya tidak keberatan dengan penghitungan suara yang ditetapkan KPU pada 22 September jika tidak ada indikasi kecurangan dalam penghitungan suara tersebut.
Dia mengatakan, soal kalah dan menang dalam pemilukada adalah hal biasa, hanya saja caranya harus santun dan jujur.
“Masuk akal tidak? Di Desa Soi, Marawola Barat, hanya enam orang yang memilih di TPS tetapi suara yang disahkan 317. Ini baru satu kasus. Ini kan tidak benar,” tanya salah satu kontestan Pmilukada, Ridwan Yalidjama.
Menanggapi hal itu, anggota KPU Mahfud Masuara mengatakan, saat PPK menggelar rapat pleno, jumlah perolehan suara di Desa Soi tidak pernah dipersoalkan.
“Memang pembahasannya sempat dipending karena terkait surat suara yang tidak digunakan. Hasil rekapitulasi tidak ada masalah sebab ketemu jumlah antara surat suara yang terpakai dengan surat suara yang tidak sah dan surat suara sah,” kata Mahfud.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: