Just another WordPress.com site

PALU, MERCUSUAR- Gubernur Sulteng H.B Paliudju meminta kepada partai politik (parpol) di wilayahnya untuk menghentikan budaya biaya “mahar parpol” atau biaya pendaftarkan bagi calon kepala daerah.
“Kalau memang partai itu berniat membangun daerah maka carilah orang berkualitas, sehingga tidak diperlukan biaya pendaftaran,” kata Paliudju saat menghadiri seminar nasional di Universitas Tadulako, Palu, Kamis (7/10).
Menurut dia, banyak orang yang memiliki kualitas dan mampu bersaing dengan kandirat lain, tapi tidak memiliki uang untuk mendapatkan kendaraan politik.
Partai politik, katanya, berdalih butuh uang untuk menghidupi organisasinya supaya bisa bertahan.
“Sistem ini harus dihentikan karena akan menjadi bibit korupsi ketika calon tersebut berhasil memenangi pemilukada,” kata Paliudju.
Sudah menjadi rahasia umum, kalau seseorang ingin menjadi calon kepala daerah dan melamar ke partai politik, maka dia harus mengeluarkan uang Rp500 juta hingga Rp2 miliar sebagai mahar parpol.
“Sistem ini tidak benar dan harus diubah agar Sulteng memiliki pemimpin yang berkualitas sekaligus diinginkan rakyat,” kata Paliudju.
Dia mengajak kepada masyarakat yang punya uang Rp1 miliar tidak usah bermimpi menjadi calon kepala daerah.
“Lebih baik simpan saja di bank karena jauh lebih bermanfaat,” ujarnya.
HB Paliudju sendiri sudah tidak bisa lagi mencalonkan diri menjadi Gubernur Sulteng karena sudah pernah menjabat gubernur selama dua kali periode.
Sementara itu, informasi yang diperoleh Koran ini dari berbagai sumber, mahar yang dipatok oleh setiap parpol, bervariasi. Untuk PPP misalnya, Rp300 per kursi. Karena PPP hanya memiliki dua kursi di DPRD Provinsi (Deprov), sehingga total biaya yang dibebankan ke bakal calon setelah mengantongi rekomendasi dari DPP adalah Rp600 juta. Informasi yang diperoleh dari internal PPP Sulteng, salah satu kandidat yang berpeluang diusung PPP, telah menyerahkan uang DP sebesar Rp100 juta sebagai tanda jadi.
Namun bagi PKPB, patokan Rp500 per satu kursi, bukan harga mati. Sebagai parpol yang telah mematok akan mengusung Longki Djanggola lebih awal dari parpol lainnya, hanya menetapkan Rp750 juta untuk dua kursi. Parpol ini memiliki dua wakil di Deprov.
Partai Hanura yang jadi salah satu incaran Longki untuk kendaraan politik, disebut-sebut selain mematok mahar yang sama dengan parpol lainnya, juga mematok harga mati kandidat titipan DPP untuk jadi 02. Inilah yang membuat Partai Hanura belum final merekomendasikan Longki Djanggola karena bupati Parmout ini, juga telah mengantongi figur yang akan dijadikan pendamping. ANT/DIN
http://www.harianmercusuar.com/?vwdtl=ya&pid=8757&kid=all

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: