Just another WordPress.com site

Last Updated on Monday, 25 October 2010 10:46 Monday, 25 October 2010 10:37
 

Setahun ini, 34 kali Presiden SBY memberi pernyataan soal korupsi. Baru terlaksana 24%.

Satu tahun sudah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono berjalan. Sejumlah kalangan sudah memberi evalusai dalam sejumlah bidang seperti ekonomi, politik dan penegakan hak asasi manusia. Minggu, 24 Oktober 2010, Indonesian Corruption Watch (ICW) memberi evaluasi terhadap kinerja pemerintahan dalam bidang pemberantasan korupsi.

Sepanjang satu tahun ini–Oktober 2009 hingga Oktober 2010– lembaga yang memusatkan perhatian pada kasus korupsi itu mencatat semua pernyataan dan janji Presiden SBY. Hingga Oktober 2010 ini, ICW mencatat bahwa Presiden SBY sudah 34 kali menyampaikan statement soal pemberantasan korupsi. Dari jumlah itu, begitu bunyi catatan lembaga itu, cuma 24 persen saja yang terealisasi. Artinya, 76 persen dari seluruh pernyataan itu tidak dilaksanakan.

Itu sebabnya ICW memberi rekomendasi agar,” Presiden SBY sebaiknya mengurangi pidato dan memberi janji, kecuali memang untuk dilaksanakan secara serius, terukur terutama soal pemberantasan korupsi,” kata Koordinator Bidang Hukum ICW, Febri Diansyah. Dalam evaluasi setahun pemerintahan itu, lembaga itu mendesak Presiden SBY untuk mengungkap sejumlah kasus besar yang sampai saat ini belum ada titik terangnya.  Sejumlah kasus besar itu antara lain,  rekening gendut perwira polisi, penganiyaan Tama S Langkun (aktivis ICW), serangan terhadap kantor Majalah Tempo, kasus Gayus Tambunan, dan penyelesaian skandal Bank Century.

ICW juga mencatat sejumlah upaya penghambatan terhadap pemberantasan korupsi. Yang paling menyita perhatian publik adalah kriminalisasi terhadap  Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang membangkitkan perlawanan massal dari publik. Kejaksaan tidak tegas dalam menghentikan kasus ini. Perlakuan terhadap Bibit dan Chandra dapat menganggu proses pemberantasan korupsi di Indonesia. Itu sebabnya, ICW mendesak pemerintah agar mengungkap otak dan pelaku kriminalisasi terhadap dua petinggi KPK itu. “Kalau  Presiden SBY benar-benar berkomitmen memberantas koruspsi, rekayasa ini harus diungkap,” ujarnya. Bibit Samad Rianto dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu 24 Oktober 2010, menegaskan bahwa dirinya sudah pasrah dengan kasus yang menimpa dia dan Chandra M Hamzah. “Terserah lah, mau diapakan saja, ya monggo,” kata Bibit.

Agar proses pemberantasan korupsi di negeri ini berjalan baik, Presiden SBY didesak bertindak tegas , tidak kompromi dalam pemberantasan koruspsi, tidak peduli apa pun latar belakang dan partai politiknya, termasuk terhadap kader partai Demokrat yang didirikan SBY. Soal tindakan tanpa pandang bulu itu, juga disampaikan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, Minggu 24 Oktober 2010. Kepada wartawan yang mewawancarainya, usai acara Kirab Sepeda dalam rangka HUT Golkar, Aburizal menegaskan, “Kami berharap proses hukum ini juga berlaku untuk semua orang. Tidak peduli besar atau kecil, tidak peduli apapun partainya.”

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan sejumlah kader Golkar dan PDI Perjuangan sebagai tersangka korupsi karena dituduh menerima traveller cheque atau cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia dan terakhir Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin, ditetapkan sebagai tersangka karena diduga korupsi dana APBD. Aburizal menegaskan bahwa demi penegakan hukum, kader-kader Golkar siap diproses.

Agar tuduhan  tebang pilih itu bisa dihindari, sebaiknya kasus yang menimpa sejumlah kader Partai Demokrat segera diproses. Peneliti ICW, Tama S Langkun, menegaskan bahwa Presiden SBY harus menuntaskan  juga sejumlah kasus korupsi yang melibatkan kader-kader Partai Demokrat. Tama menyebut kasus korupsi pajak bumi dan bangunan yang menjerat Gubernur Bengkulu.”Sudah tersangka sejak tahun 2008, tapi hingga saat ini belum diajukan ke pengadilan,” kata Tama

Kritik Berlebihan?

Anggota Dewan Penasehat Partai Demokrat, Achmad Mubarok mengatakan kritik terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belakangan ini terlihat berlebihan. Saat ini, lanjutnya, masyarakat tengah dilanda kecurigaan yang luar biasa. Dalam memberi evaluasi terhadap kinerja pemerintahan SBY, “Saya terheran-heran karena kritiknya sudah berlebihan itu,” kata Mubarok dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu 24 Oktober 2010. Sejumlah kritik, lanjutnya, bahkan diikuti oleh desakan perombakan kabinet dan sebagainya.

Apa pun yang dilakukan oleh SBY, lanjutnya, kerap mendapatkan kritikan yang tajam. “Yang sebenarnya di dalam [pemerintahan] enggak ada [seperti yang dituduhkan],” kata dia.
Budaya kritik masyarakat telah berubah. Masyarakat sekarang, semakin berani melontarkan kritik kepada pemerintah karena merasa tidak puas. “Kalau zaman Soharto, berani kritik presiden, dalam waktu dua atau tiga hari akan hilang. Sekarang mengkritik, mengatakan tidak puas kepada presiden seperti pahlawan,” kata dia.

Dia meminta masyarakat untuk memahami kondisi saat ini. Menurut dia, yang dibutuhkan sekarang adalah kesabaran politik. “Sabar mau ke mana tujuan kita,” kata dia. Dalam soal kasus Bibit dan Chandra, Ketua Partai Demokrat, Anas Urbaningrum pernah mengingatkan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sesungguhnya sudah memberi petunjuk yang terang benderang  guna menyudahi kasus ini. Petunjuk itu, kata Anas, adalah penyelesaian di luar pengadilan. Dan bola solusi di luar penngadilan itu ada ditangan jaksa agung. Anas menegaskan bahwa ada dua solusi yang bisa diambil di luar pengadilan itu. “Kejaksaan harus melakukan deponering (penghentian perkara-red) atau menerbitkan SKKP baru,” kata Anas. Mana pilihan yang mau diambil, lanjutnya, terserah kejaksan agung.

sumber: http://www.vivanews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: