Just another WordPress.com site

POSO, MERCUCUAR – Berkas tersangka kasus recovery Poso Drs M Nelloh yang saat ini sudah berada di tangan Kejari Poso, akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Poso untuk menjalani proses persidangan.

“Dalam waktu dekat, kami akan melimpahkannya ke PN Poso,” ujar Kajari Poso Andi S Yusuf, Jum’at (29/10).
Mantan Pejabat Pembuat Komitmen anggaran recovery Poso tahun 2006 Drs M Nelloh saat ini resmi ditahan Kejari Poso dan dititipkan ke rumah tahanan kelas IIb Poso pada Kamis malam.
Disinggung apakan ada kemungkinan tersangka baru dalam kasus penggelontoran dana recovery sebesar Rp 58 miliar dari Menkokesra yang menyeret M.Nelloh sebagai PPK, Kejari Poso ini belum bisa memastikan. “Kalau soal itu saya belum bisa memastikan, biarlah nanti semua dibuktikan dalam fakta persidangan di pengadilan,” tutur Andi S Yusuf.
Seperti diberitakan, Kejati Sulteng telah menetapkan empat tersangka kasus recovery Poso, selain M Nelloh yang kini menjabat anggota KPU Poso, Kejati juga telah menetapkan Budiyanto Theodora dan Abdullah Himran sebagai kontraktor pelaksana proyek recovery serta Edy staf tim teknis yang kini masih berstatus buron.
Belum ditahannya Budiyanto dan Abdullah Himran menurut Kajari Poso karena Abdullah saat ini masih sakit dan tengah menjalani perawatan.
“Menurut keterangan Kejati saat penyerahan tahap II, tersangka Abdullah Himran sedang sakit sehingga belum diserahkan dan belum ditahan,” ujarnya sambil mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kesehatan Abdullah.
“Jika sudah sembuh langsung kami tahan,” tegasnya.
Sementara tersangka Budiyanto Theodora sebutnya, tidak hadir di Kejati Sulteng saat penyerahan tersangka dan barang bukti akan dilimpahkan ke Kejari Poso.
“Ketika hendak diserahkan, tersangka Budiyanto tidak datang memenuhi panggilan Kejati,” tambahnya. Olehnya ia menyerukan akan segera memanggil tersangka Budiyanto untuk memenuhi panggilan Kejati Sulteng maupun Kejari Poso. “Panggilan kepada tersangka Budiyanto akan segera kami layangkan,” tandas Andi.
Menurutnya jika yang bersangkutan tidak datang hingga panggilan ketiga, maka pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan penjemputan paksa terhadap tersanga dugaan kasus korupsi dana recovery itu. “Jika tidak datang hingga panggilan ketiga, pasti kami lakukan penjemputan paksa,” ujarnya.
Untuk diketahui dugaan kasus penyelewengan dana recovery poso sebesar Rp 58 miliar dari menkokesra yang diperuntukkan bagi pemulihan Kabupaten Poso pasca konflik selama ini terus menjadi gunjingan di masyarakat. Bahkan gelombang demonstrasi yang menuntut pengungkapan kasus ini terus bergulir di Poso. Dekab Poso sendiri sempat membentuk panitia khusus (Pansus) recovery untuk penuntasan kasus tersebut secara hukum karena dianggap telah banyak terjadi penyelewengan dalam penyalurannya. ULY

http://www.harianmercusuar.com/?vwdtl=ya&pid=9592&kid=all

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: