Just another WordPress.com site

PALU, MERCUSUAR- Wacana voting day Pilgub Sulteng dan Pemilukada Banggai serentak, rawan terjadi pelanggaran. UU Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintah Daerah mengamanatkan penundaan Pemilukada hanya karena faktor kejadian luar biasa.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua KPU Banggai Azis Harianto disela-sela pelaksanaan Rapat Kerja Teknis KPU Sulteng dan KPU kabupaten/kota se Sulteng, Jum’at (29/10) di aula KPU Sulteng.
Menurutnya, pelaksanaan voting day Pemilukada Banggai dan Pilgub serentak, berarti tahapan dan jadwal Pemilukada Banggai harus ditunda untuk menyamakan pelaksanaan tahapan dan jadwal Pilgub. Voting day Pemilukada Banggai telah ditetapkan 6 April 2011, sedangkan tak mungkin voting day Pilgub akan dilaksanakan pada tanggal tersebut. Persoalannya, pelaksanaan Pilgub hingga saat ini belum menunjukkan titik terang, sedangkan Pemilukada Banggai telah memasuki tahapan pembentukan penyelenggara ad hoc. Kalaupun dilaksanakan dalam waktu dekat ini, sangat sulit menetapkan voting day Pilgub pada 6 April 2011, mengingat waktu yang tersisa sekira lima enam bulan lagi untuk masuk pada tahapan tersebut.
“Kecuali jika anggaran Pilgub sudah fix dalam waktu dekat ini,” imbuhnya.
Otomatis katanya, jika menuruti wacana yang berkembang selama ini, berarti terjadi pergeseran jadwal Pemilukada Banggai. Artinya, KPU Banggai akan dibenturkan dengan aturan yang hanya membolehkan penundaan voting day jika terjadi kejadian luar biasa. “Kalau dimajukan, tidak diatur oleh UU,” tegasnya.
Terkait persoalan tersebut, mantan wartawan ini menawarkan agar seluruh pihak terkait untuk duduk satu meja membahas wacana pelaksanaan voting day serentak. “Persoalan ini tak sesedarhana sebagaimaa dibayangkan oleh pihak lain,” ujarnya.
Berbeda dengan Divisi Hukum dan Perundang-undangan KPU Pusat, I Gede Putu Artha. Menurutnya, voting day Pemilukada Banggai yang harus menyesuaikan dengan Pilgub, bukan sebaliknya. “Ini agar tak ribet kerja-kerja dibawah,” imbuhnya.
Soal DPT katanya, KPU Banggai bisa merujuk kepada DPT yang dikeluarkan provinsi karena datanya lebih up to date (terbaru).

Pemilukada Serentak Hemat Biaya
I Gede Putu Artha menegaskan, Pemilukada yang dilaksanakan secara serentak akan menghemat biaya. “Selain hemat, juga efisien,” kata Putu Artha.
Untuk itu, Putu meminta agar pelaksanaan Pilkada Kabupaten Banggai dan Pilkada Provinsi Sulawesi Tengah diupayakan serentak agar menghemat biaya.
Dia meminta kepada KPU Banggai agar mengubah jadwal pelaksanaan Pemilukada di daerahnya yang sedianya akan dilakukan pada 6 April 2011.
Pelaksanaan Pilgub Sulteng sendiri dijadwalkan pada akhir Maret 2011.
Sementara itu, Aziz Harianto mengaku bisa memahami hal itu meski sebenarnya telah dilakukan pleno penetapan pelaksanaan Pemilukada daerahnya yakni 6 April 2011.
“Kami bisa paham kalau tujuannya untuk efektivitas dan penghematan,” katanya.
KPU Kabupaten Banggai sendiri saat ini sudah melakukan tahapan Pemilukada berupa penyusunan daftar pemilih tetap.
“Kami juga telah membentuk Panitia Pemilih Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara,” katanya.
Sementara itu, masa jabatan Bupati Banggai dan wakilnya akan berakhir pada pertengahan Juni 2011 sedangkan masa jabatan Gubernur Sulteng akan berakhir pada 24 Maret 2011.DIN/ANT

http://www.harianmercusuar.com/?vwdtl=ya&pid=9579&kid=all

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: