Just another WordPress.com site


SUMBER : MERCUSUAR http://www.harianmercusuar.com/?vwdtl=ya&pid=11659&kid=all 

SIGI, MERCUSUAR – Bendahara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sigi, Hariyanto Abdul Rauf Tenga mengaku memberikan uang senilai Rp350 juta kepada mantan Penjabat Bupati Sigi, Sutrisno Sembiring. Pemberian uang itu atas perintah Ketua KPU Donggala Amir Mahmud untuk mempercepat pencairan dana tambahan pemilukada.

“Total uang yang saya keluarkan untuk Sutrisno Sembiring sesuai permintaan ketua (Amir Mahmud) sebesar Rp350 juta. Saya juga pernah disuruh tandatangan kuitansi senilai Rp250 juta oleh Amir Mahmud untuk bayar pengacara Idham Chalid. Tapi saya tidak mau,” kata Hariyanto malam tadi (17/1).
Namun lanjut Hariyanto, dana kas KPU Sigi tetap keluar, namun hanya sejumlah Rp100 juta. Keluarnya dana ini, karena kuitansinya ditandatangani sekretaris (Frederyk Djiloy).

“Jadi, so te dipake lagi tandatangannya bendahara, karena yang tandatangan sekretaris,” jelasnya ditemui di café double dipps, Jalan Monginsidi.
Dia menambahkan, ia juga pernah dipanggil Sutrisno Sembiring untuk menghadap di ruang kerjanya. Dalam pertemuan itu, Sutrisno kembali meminta uang senilai Rp350 juta.
“Kapan lagi saya dapat uang dari kamu Rp350 juta?,” kata Hariyanto mengutip pertanyaan Sutrisno saat itu.
“Tidak ada uang sama saya pak. Saya hanya bisa kasih keluar uang atas perintah pak ketua (Amir Mahmud),” kata Hariyanto menjawab permintaan Sutrisno.

Selain Rp350 juta itu, lanjut Hariyanto, seingatnya, anggaran keseluruhan yang diminta oleh Ketua KPU Donggala sekitar Rp1,3 miliar. Hanya saja, peruntukkan tidak diketahui secara keseluruhan.
“Kalau saya tidak salah ingat, bukan hanya Rp350 juta itu, tapi sekitar Rp1,3 miliar, baik untuk Sutrisno, Amir Mahmud secara pribadi maupun KPU Provinsi,” jelasnya sembari menyebut bukti-buktinya akan dibeberkan pada hearing lanjutan, hari ini (18/1).

Siang hari kemarin (17/1), Hariyanto bersama Ketua KPU Donggala, Amir Mahmud dihearing Pansus Hak Angket Dekab Sigi. Keterangan Hariyanto saat hearing itu, ia mengaku mengeluarkan uang senilai Rp150 juta kepada Sutrisno Sembiring atas perintah Amir Mahmud.
“Saya pernah diperintah oleh pak Amir Mahmud untuk mengucurkan anggaran Rp150 juta. Saya sempat tanya dana itu digunakan untuk apa? Pak Ketua (Amir Mahmud) bilang akan diberikan kepada pak Sutrisno Sembiring agar urusan penganggaran Pemilukada Sigi bisa lancar. Terpaksa saya keluarkan karena pengeluaran itu sifatnya perintah. Saya ini hanya bawahan, saya tidak bisa bikin apa-apa lagi selain menaati perintah,” ungkap Hariyanto

Lebih rinci Hariyanto menerangkan, setelah membuat kwitansi pengeluaran, dana sebesar Rp150 juta itu langsung diantarkannya ke ruang kerja Ketua KPU Dongala.
“Uangnya langsung saya antar ke ruangan Pak Ketua KPU. Setelah itu, salah satu komisioner KPU Mahfud Masuara masuk keruangan Ketua KPU. Tapi yang saya tahu, dana itu diantar sendiri oleh Ketua KPU Donggala ke pak Sutrisno Sembiring, selanjutnya saya tidak tahu lagi. Saya siap mempertangungjawabkan pernyataan saya ini dunia akhirat. Kalau kemudian didesak terus saya siap membeberkan bukti-bukti pengeluaran dan penggunaan anggaran yang ada. Bukti-bukti ini bukan hanya akan saya sampaikan kepada Pansus, tapi juga kepada pihak Kejaksaan apabila nanti saya diperiksa. Seingat saya, bukan cuma Rp150 juta itu, tapi masih banyak lagi. Nantilah, saya akan beberkan semuanya tentang siapa-siapa dan kemana aliran penggunaan anggaran itu. Maaf, sekarang saya belum bawa dokumen dan kwitansi pengeluaran anggaran pelaksanaan Pemilukada Sigi,”ujarnya.
Terkait persoalan pembuatan laporan pertanggungjawaban (LPj) penggunaan anggaran yang dibebankan oleh rapat pleno KPU kepadanya, Hariyanto mengatakan, keterlambatan pembuatan LPj tersebut dikarenakan divisi pelaksana program di KPU Donggala belum satu pun memasukkan laporan penggunaan anggarannya.

“Sampai sekarang divisi KPU Donggala belum ada satu pun yang memasukkan LPj penggunaan anggaran. Ini yang membuat saya agak sulit merampungkan LPj ke Pemkab Sigi. Semua program dikerjakan oleh divisi masing masing, anggarannya juga mereka pakai sendiri. Saya hanya mengeluarkannya saja. Pertanggungjawaban yang saya masukkan ke Inspektorat untuk diaudit baru sekitar 60 persen. Lainnya belum bisa karena masih menunggu LPj divisi KPU Donggala,” tukasnya.

SIAP BERTANGGUNGJAWAB

Sebelumnya, pada hearing sesi pertama, Ketua KPU Donggala Amir Mahmud mengatakan, dirinya siap mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran ini tersebut.
“Saya siap mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran Pemilukada Sigi tersebut. Termasuk menyusun LPj secara administrasi, apabila Bendahara KPU Sigi belum bisa membuat LPj itu,” kata Amir Mahmud.

Anggota Pansus Hak Angket DPRD Sigi, Hamzah CH Madenuang mengatakan, pada hearing berikutnya, pihaknya akan mengundang seluruh komisioner KPU Donggala terkait dengan keterlambatan LPj penggunaan angaran oleh divisi-divisi di KPU Donggala.

“Semua komisioner akan kita undang pada hearing berikutnya. Setelah itu kita akan mengundang pihak Inspektorat Sigi untuk dimintai keterangan terkait masalah auditing dana KPU sebesar 12,5 miliyar itu. Yang terakhir akan kita undang adalah mantan penjabat Bupati Sutrisno Sembiring. Kita juga butuh keterangan dari beliau terkait masalah kebijakannya menggelontorkan anggaran tambahan tanpa melalui mekanisme pembahasan di DPRD Sigi. Termasuk juga peruntukan anggaran sebesar 150 juta yang dimintanya melalui Ketua KPU Donggala,” tandasnya.

BERATKAN AMIR MAHMUD

Lanjutan penyelidikan dugaan penyimpangan penggunaan anggaran Pemilukada Sigi di Kejari Donggala menghadirkan tiga pimpinan DPRD Kabupaten Sigi yang terdiri dari Ketua, Gesang Yuswono dan dua wakil ketua,yaitu Ayub Willem dan Paulina. Ketiganya hadir tepat waktu, sesuai undangan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Donggala, pada Senin (17/1) pukul 09.30 wita.

Pemeriksaan yang dilakukan di ruang berbeda itu, berlangsung hingga pukul 14.00 Wita. Usai memberikan keterangan, ketiganya mengatakan bahwa penambahan anggaran Rp2,2 miliar tanpa sepengetahuan anggota Dekab Sigi. Sehingga pihak eksekutif dalam hal ini pemerintah Sigi dan pihak KPU Donggala yang menjadi penyelenggara Pemilukada Sigi semakin menguat untuk ditetapkan sebagai tersangka. Karena dengan keterangan dari ketiga legislator itu, pihak Kejari Donggala semakin banyak memiliki saksi yang memberatkan para pengguna anggaran. Selama dalam pemeriksaan yang berlangsung tertutup, ketiganya terlihat enjoy saat meninggalkan Kejari Donggala. “Keterangan tiga anggota dewan Sigi, semakin memberatkan para pengguna anggaran termasuk yang melakukan proses pencairan,” ujar sumber di Kejaksaan Donggala.

Pihak Kejari sendiri, belum mau berkomentar atas hasil-hasil penyelidikan yang telah dilakukan selama ini. Walaupun sejumlah pejabat Pemkab Sigi, telah juga diperiksa. Seperti Kepala Dinas Pendapatan, Endro Setiawan yang memberi keterangan pada Kamis (13/1). Pasalnya masih banyak pejabat Pemkab Sigi yang akan dihadirkan, termasuk mantan sekretaris KPU Sigi, hingga nantinya mantan Penjabat Bupati Sigi, ketua serta anggota KPU Donggala. CR6/HID

Comments on: "DUGAAN KORUPSI DANA PILKADA KAB. SIGI" (1)

  1. poorgeGoolype said:

    awal yang baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: