Just another WordPress.com site

Penulis : Agus Darwis,SH

(Anggota Panwaslukada Kota Palu)

 

Membaca judul diatas, tentu pembaca akan bertanya, apa hubungan antara green and clean Kota Palu dengan pelaksanaan pemilukada gubernur dan wakil gubernur sulteng 2011. Untuk itu perlu diketahui dulu bahwa green and clean adalah program hijau dan bersih Pemerintah Kota Palu tahun 2011 yang tujuannya utamanya adalah menjadikan Kota Palu hijau dan bersih dengan menjaga lingkungan yang bersih dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuat sampah disembarang tempat. Sehingga bisa terwujud harmonisasi lingkungan dengan manusia. Pada saat peluncuran program ini, Bertempat di Kawasan Wisata Pantai Talise Palu, Sabtu, 19 Februari 2011. Gubernur Sulteng HB. Paliudju “(yang juga merupakan calon wakil gubernur nomor urut 4)” dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Badan Lingkungan Hidup, Syahrial Labelo, SH., M.Si.  Dikatakan, untuk mewujudkan Kota Palu Green and Clean (bersih dan hijau) maka masyarakat, instansi pemerintah maupun swasta dituntut untuk menanam pohon dilingkungannya masing-masing. Untuk itu Gubernur mengajak semua warga kota Palu baik institusi pemerintah, swasta dan organisasi kemasyarakatan agar memahami pentingnya kebersihan dan kecintaan terhadap keindahan kota.  Hal ini dilakukan agar dimasa yang akan datang tidak ada lagi kebiasaan buruk yang membuang sampah di sembarang tempat. Ditempat yang sama, Wakil Walikota Palu H. Muhanan Tombolotutu, SH “(yang juga merupakan Tim Kampanye Pasangan Calon nomor urut 1)” membuka secara resmi Pencanangan Palu Green and Clean 2011. Dalam sambutannya, mengatakan Program ini bertujuan untuk membuat Palu menjadi Kota Bersih dan Hijau sehingga masyarakat sampai ke lapisan paling bawah harus mendukung program ini, apalagi Palu sebagai pintu gerbang sulawesi tengah. kiranya Kota Palu menjadi kota indah, bersih, aman, sejahtera, sehingga menarik untuk dikunjungi oleh Wisatawan Mancanegara dan Domestik. Inilah gambaran singkat tentang green and clean Kota Palu tahun 2011.

Pada tahun ini juga, Pemilukada Gubernur Sulteng yang tahapannya sudah dimulai sejak akhir tahun 2010. Setelah penetapan bakal calon yang lolos verifikasi menjadi pasangan calon dan penetapan, penentuan nomor urut dan pengumuman pasangan calon yang dilaksanakan oleh KPU Provinsi Sulawesi Tengah pada tanggal 20 Februari 2011 yang sehari sebelumnya tanggal 19 Februari 2011 KPU Provinsi Sulteng mengeluarkan keputusan melalui Berita Acara rapat koordinasi KPU Provinsi Sulteng, Panwas Provinsi Sulteng dan Tim Kampanye Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Nomor : 110/BA/II/2011 tentang komitmen pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur dalam mengisi 30 hari sebelum masa kampanye. Dalam rapat koordinasi juga bertujuan untuk menyatukan persepsi berkenaan Pasal 5 ayat (3) Peraturan KPU No. 14 tahun 2010 tentang pedoman kampaye kaitannya dengan 30 hari sebelum masa kampanye yakni sejak penetapan dan penentuan nomor urut pasangan calon yang masing-masing tim kampanye pasangan calon, KPU dan Panwas menyetujui bahwa 30 hari sebelum masa kampanye yakni 20 Februari 2011 s/d 20 Maret 2011 bukanlah kategori tahapan kampanye sebagaimana di maksud Undang-Undang, sehingga segala bentuk kegiatan yang dilakukan harus tetap berdasar pada peraturan perundang-undangan serta komitmen yang tertuang dalam berita acara ini.

Menyimak dari komitmen bersama tersebut, apa yang dilakukan oleh para calon kompetitor untuk melakukan sosialisasi agar dapat lebih dikenal oleh masyarakat, salah satunya dengan cara pemasangan alat peraga dalam bentuk baliho, benner dan lainnya yang dipasang dan dapat dilihat dihampir seluruh jalan raya di Kota Palu ini, bahkan pemasangannya lebih banyak terpasang dipohon-pohon pelindung dipinggir jalanan umum, tiang listrik, tiang lampu merah. Pemasangan alat peraga ditempat-tempat tersebut, secara jelas dan terang-benderang sangat bertolak belakang dan bertentangan dengan program pemerintah Kota Palu untuk menjadikan Kota Palu Hijau dan Bersih (green and clean).

Selain itu pula, pemasangan alat peraga pasangan calon juga melanggar UU No. 32  Tahun 2004 tentang pemerintah daerah sebagaimana telah diubah terakhir kali dengan UU No. 12 Tahun 2008, PP No.6 Tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan, pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan PP No.25 Tahun 2007 tentang perubahan kedua atas PP No 6 Tahun 2005 tentang pengesahan, dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah, Peraturan KPU No.14 Tahun 2010 khususnya pada Pasal 22 poin (b) yang berbunyi : “alat peraga tidak dibenarkan ditempatkan pada tempat ibadah seperti Masjid, Gereja, Wihara, Pura, Rumah Sakit atau tempat-tempat Pelayanan Kesehatan, Gedung milik Pemerintah, Lembaga Pendidikan (gedung dan sekolahan), jalan-jalan Protokol, jalan bebas hambatan, dan tempat-tempat fasilitas umum (misalnya tiang telepon, tiang listrik, dan pohon perindang jalan)”

Keputusan KPU Provinsi Sulawesi Tengah No.9 Tahun 2010 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2011. Juga peristiwa ini melanggar Berita Acara KPU Sulteng Nomor : 110/BA/II/2011 tentang komitmen bersama antara pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur dalam mengisi 30 Hari  sebelum masa kampanye pemilihan umum Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2011 yang ditandatangani oleh tim kampanye pasangan calon poin 7 yang berbunyi : “Alat peraga yang sudah dipasang yang tidak mengandung unsure kumulatif kampanye, bisa terus terpasang dengan memperhatikan tempat pemasangan berdasarkan peraturan perundang- undangan”.

Bagi pejabat tehnis di Pemda Kota Palu, jangan kemudian terkesan menyalahkan masyarakat Kota Palu yang tidak turut berpartisipasi dalam melaksanakan kerja-kerja bakti dalam membersihkan lingkungan sekitarnya. Walaupun para pemimpin daerah Kota Palu sudah menyampaikan harapan dan himbaun agar semua warga kota Palu baik institusi pemerintah, swasta dan organisasi kemasyarakatan agar memahami pentingnya kebersihan dan kecintaan terhadap keindahan kota. Justru para pemimpin di daerah ini yang tidak memiliki komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan termasuk menjalankan secara operasional program kerja yang dia sendiri rencanakan, termasuk dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng yang juga termasuk kompetitor dalam pemilukada ini, Wali Kota Palu dan Wakil Wali Kota Palu yang juga masuk dalam struktur Tim Kampanye salah satu pasangan calon serta para anggota legislatif Kota Palu yang secara pasti masuk dalam tim kampanye berdasarkan paratainya masing-masing.

Apa yang kemudian dilakukan oleh Panwaslukada Kota Palu ?

Berdasrkan laporan yang disampaikan oleh Panitia Panwas Lapangan (PPL) melalui Panwascam di 4 Kecamatan, maka kemudian Panwaslukada Kota Palu berdasarkan kajian yang dilakukan berkesimpulan bahwa ke-lima pasangan calon dan tim kampanye telah melakukan pelanggaran dalam pemasangan alat peraga yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan-undangan, peraturan KPU dan berita acara komitmen bersama yang ditandatangani oleh KPU, Panwas dan ke-lima tim kampanye pasangan calon. Sehingga Panwaslukada Kota Palu kemudian menyampaikan temuan dan hasil kajian tersebut kepada KPU Kota Palu yang selanjutnya berdasarkan tembusan surat KPU Kota Palu tertanggal 26 februari 2011 sudah disampaikan kepada ke-lima tim kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ditingkat Kota Palu.

 

Diharapkan ke-lima tim kampanye dan pasangan calon berkewajiban untuk mencabut seluruh alat peraga yang melanggar ketentuan peraturan perundanga-undangan dan juga sudah seharusnya ke-lima tim kampanye dan pasangan calon harus menghormati dan mendukung apa yang kemudian menjadi program pemerintah Kota Palu dalam mewujudkan green and clean, termasuk aparat pemda yang memiliki tupoksi tersebut untuk membersihkan seluruh alat peraga yang melanggar perda dan bertentangan dengan program pemerintah Kota Palu.

 

Jangan lagi para pemimpin dan tim kampanye serta pasangan calon pemimpin yang bertarung dalam pilgub ini membuat program unggulan sementara mereka sendiri yang justru melanggar programnya sendiri.

 

Jangan lagi ada bentuk-bentuk pembohongan dan pembodohan kepada publik dengan retorika-retorika yang justru bertentangan dengan perundang-udangan dan secara jelas tidak mendukung program yang ia sendiri rencanakan.

 

Semoga program green and clean Kota Palu bisa terlaksana dengan baik, sehingga bisa terwujud harmonisasi antara lingkungan dan manusia dan tidak dirusaki oleh hajatan pemilukada gubernur dan wakil gubernur tahun 2011.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: